Pages

Kamis, 25 Juni 2015

Wisata Air Panas Garut Selama Ramadhan Agak Sepi

Pada setiap Bulan Ramadhan memang kunjungan ke berbagai Objek Wisata Populer di Garut yang biasanya dipadati para pengunjung agak sepi dikarenakan memang dalam suasana ramadhan untuk melaksanakan kegiatan wisata agak dikurangi. Begitupun suasana di beberapa Wisata Air Panas Garut dari pengamatan Pemandu Wisata Terpercaya dan Paling Berpengalaman di Garut yaitu HDG Team Trip Planner, okupansi di lokasi rekreasi tersebut menurun 75 persen.

Untungnya di kota Garut ada HDG Team yang melakukan berbagai inovasi dalam menyiasati suasana sepi di Bulan puasa dengan melakukan berbagai aktivitas alternatif seperti Paket Buka Bersama HDG Team, Paket Reuni SD, SMP dan SMA beberapa sekolah di kota Garut.






Selama Ramadan, aktivitas di seluruh objek wisata alam, air panas, dan budaya, di Kabupaten Garut melemah. Hal ini disebabkan berkurangnya jumlah pengunjung ke tempat-tempat wisata tersebut secara drastis.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Garut, Mlenik Maumeriadi, mengatakan di kawasan wisata air panas Cipanas contohnya, jumlah wisatawan selama Ramadan turun lebih dari separuhnya dari hari-hari biasanya.

"Dari biasanya 100 persen kunjungan, selama Ramadan menjadi 25 persen. Hal ini disebabkan para wisatawan dan warga menghindari aktivitas wisata yang menguras tenaga, seperti berenang," kata Mlenik, Rabu (24/6).

Sejumlah tempat wisata di pantai selatan Garut pun, katanya, hanya dikunjungi oleh warga sekitar menjelang magrib untuk ngabuburit. Begitu pun dengan tempat wisata di sekitar perkotaan Garut.

Akibat melemahnya pariwisata ini, kata Mlenik, pendapatan para pengusaha wisata pun menurun. Namun diharapkan, kerugian selama Ramadan ini dapat terbayar sepenuhnya bahkan lebih saat libur Lebaran.

Berbeda dengan wisata rekreasi, sektor aktivitas wisata kuliner meningkat drastis selama Ramadan. Bahkan beberapa pekan sebelum Ramadan, Mlenik mengatakan sejumlah tempat makan baru dibuka di sejumlah kawasan perkotaan.

"Mungkin nilai kenaikan di sektor kuliner ini baru terlihat dalam laporan pajak restoran di DPPKA. Yang jelas secara kasat mata, jumlah tempat makan di Garut semakin bertambah dan penuh saat Ramadan," katanya.

Selama Ramadan, kata Mlenik, seluruh objek wisata di Garut menyiapkan diri untuk masa libur Lebaran tahun ini. Garut, katanya, kini telah berubah menjadi kawasan tujuan wisata, bukan hanya daerah perlintasan.







Hanya beberapa Objek wisata serta Hotel dan Penginapan yang berkerja sama dengan HDG Team Trip Planner & Tour Organizer saja yang bisa tetap stabil mempertahankan jumlah okupansi dengan toleransi naik dan turun yang tidak terlalu drastis. Seperti beberapa tempat pemandian air panad dan waterboom di darajat Garut.

0 komentar:

Posting Komentar