Pages

Selasa, 11 Agustus 2015

Belajar Menikung / Cornering (Bagian 1)

Setelah sebelumnya Garut Website membahas tentang musik dengan judul Festival Musik di Garut, sekarang kita beralih ke topik bahasan otomotif. Bahasan ini semoga berguna untuk para traveler yang mungkin akan berkunjung ke 6 Objek Wisata Garut Rekomendasi HDG Team yang menyukai perjalanan dengan menggunakan kendaraan roda dua.

Salah satu seni dari mengendarai kendaraan bermotor khususnya roda dua adalah teknik menikung (cornering). Teknik ini memerlukan tidak hanya keberanian semata, tetapi mempelajari teori yang benar dan juga latihan yang rutin. Tidak jarang anak muda yang show up ingin terlihat keren hanya dengan membuka gas di jalan lurus saja, padahal teknik mengendarai motor yang benar itu selalu kencang saat berada di tikungan. Karena pada dasarnya kencang di jalan yang lurus itu mudah, bahkan bisa dikatakan siapapun bisa melakukannya, cukup dengan bermodalkan gaspol dan sedikit keberanian.



Keterangan gambar: Latihan Cornering di STA, Bayongbong Garut

Saat mengendarai sepeda motor, biasanya kita merasakan segalanya dengan pas seperti mengambil garis saat masuk tikungan, mengerem, mengoper, memposisikan badan, membuka gas, hingga motor keluar dari tikungan dan kembali tegak lurus. Tapi ada saatnya kita merasakan ada sesuatu yang salah, contohnya pada saat memasuki tikungan terlalu cepat. Otak memberikan sinyal tanda bahaya, dan dengan reflek badan menjauhi titik tikungan, tanganpun menekan tuas rem sekencang-kencangnya. Hal ini justru menimbulkan kecelakaan fatal, peristiwa ini disebut reflek alami yang membahayakan. Menurut pengarang buku “Twist Of The Wrist 2” Keith Code, reflek alami ini perlu dilatih dan terus dilatih dengan mempelajari teori yang benar.
Dengan cara melihat dan menilai, adalah salah satu pelajaran teknik cornering ini. Melihat tikungan yang ada di depan kita, lalu menilai berapakah porsi kecepatan yang seharusnya agar kecepatan motor sesuai dengan tikungan yang akan kita hadapi.

Pelajaran yang mendasar yang pertama pada teknik cornering adalah dengan countersteer atau countersteering, yaitu teknik membelokkan stang dengan posisi yang berlawanan dengan arah tujuan kita berbelok. Misal, saat tikungan berbelok ke kanan, posisi stang di arahkan ke arah kiri. Countersteer yang umumnya di aplikasikan di trek balap biasanya digunakan saat meluruskan motor dengan tikungan, dan setelah garis tujuan lurus sejajar dengan motor maka tugas countersteer selesai, dilanjutkan dengan posisi normal yaitu mengikuti sesuai jalur.



Pada awalnya teknik ini memang cukup membingungkan, akan tetapi teori ini bisa dibuktikan dengan cara bersepeda. Kayuhlah sepeda anda hingga melaju dengan kecepatan yang cukup (cukup disini mengacu pada kecepatan dimana anda merasa nyaman). Kemudian disaat melaju, dorong stang kanan dengan tenaga sedikit, lalu perhatikan ke arah mana anda belok? Ke arah kanan? Atau ke arah kiri?

Bersambung...


0 komentar:

Posting Komentar