Pages

Rabu, 05 Agustus 2015

Festival Musik di Garut

Hampir setiap kota di Indonesia selalu menyediakan tempat untuk para musisi muda unjuk gigi diatas panggung lomba atau festival band. Mereka bisa menyalurkan bakat atau inspirasi dari lagu yang mereka mainkan. Event yang terbuka untuk umum dan dikhususkan untuk generasi muda agar bisa menyalurkan energinya yang meledak-ledak, dan hal ini lebih positif daripada mereka yang menyalurkan energinya dengan tawuran, geng-gengan, narkoba dan hal-hal negatif lainnya.



Garut yang telah lama bergelut di bidang senipun tidak ketinggalan konsisten mengadakan ajang festival bagi kaum muda. Sebelum tahun 2000 biasanya event lomba dan festival besar sering diadakan di bioskop cikuray, sumber sari. Pada saat ini seiring dengan bergulirnya waktu, bioskop-bioskop tersebut telah habis masa keemasannya, seperti sumbersari yang dilanda kebangkrutan dan bioskop lainnya yang telah berubah fungsi. Hal ini tidak menyurutkan para sponsor untuk mendukung para musisi muda garut untuk berkreasi diatas panggung, terlihat dengan maraknya event-event di lapang depan mesjid agung, kerkoff ataupun di kampus yang berada di garut. Event bergengsi dengan hadiah besarpun terlihat bertebaran di wilayah garut. Biasanya lomba dan festival diadakan pada sabtu atau hari minggu juga pada hari libur sekolah.

Peserta yang mengikuti event ini terdiri dari berbagai jenis aliran musik, mulai dari punk, death metal, grind core, emo, rock, jazz, blues, reggae dan tak ketinggalan performance dari para Musisi Grunge di Garut yang walaupun termasuk komunitas kecil, tetapi mereka terkenal dengan konsistensi dan solid dalam mengikuti perkembangan permusikan di garut.

Grunge garut yang salah satunya diwakili oleh penampilan band crash yang beranggotakan Messa (bass, vokal), Asep (drum), Lutvi (vokal, gitar) ikut memeriahkan festival di garut. Suara khas vokal, lagu yang mudah diingat dan musik yang apik dengan distorsi menjadi ciri khas band ini, mengingatkan pendengar pada masa keemasan grunge seperti nirvana, pearl jam ataupun silverchair. Bahkan Vocalist Band Crash sekaligus gitaris yang mengidolakan Kurt Cobain ini mengikuti pendahulunya yang lebih memilih efek gitar manual dibandingkan efek digital.

0 komentar:

Posting Komentar