Pages

Selasa, 27 Oktober 2015

Catatan Lap MotoGP Sepang Malaysia 2015



Pada saat kita melihat perseteruan, kadang sulit untuk menengahi se netral mungkin, jika yang terlibat perseteruan itu adalah teman, saudara atau bahkan idola kita. Dibutuhkan penengah yang baik yang membereskan masalah dan bukan memperkeruh suasana, apalagi menambah masalah.

Hal yang sama dalam kejuaraan MotoGP kali ini, yang melibatkan Marc Maqueze dan Valentino Rossi. Balapan yang menghilangkan mood untuk menonton karena terlihat seperti hilangnya sportifitas dalam balapan ini. Insiden yang terjadi di lap ke tujuh sekilas terlihat Valentino Rossi menendang Marc Marqueze



Berkali - kali melihat video tayangan ulang, memang rossi menggerakkan lututnya keluar pada saat kepala Marc menempel di kakinya. Entah itu dengan alasan sengaja menendang, meluruskan kakinya yang terlepas dari step atau mendorong secara halus yang pada akhirnya mengakibatkan Marc Marqueze terjatuh.

Tidak ada asap jika tidak ada api, pepatah tersebut yang terus terngiang di kepala. Dengan niat untuk mencari kepastian saya pun mencoba untuk mengumpulkan informasi yang ada di internet, mulai dari video, berita juga beberapa gambar dan foto.

Dimulai dari pemberitaan pernyataan Rossi pada saat konferensi pers di Malaysia, beberapa hari sebelum balapan berlangsung di sirkuit Sepang. Pernyataan keberatan Rossi terhadap gaya balap Marc Marqueze yang terlihat seperti mencoba menghalangi jalurnya. Balapan yang terjadi pekan sebelumnya yang diadakan di Phillip Island Australia, yang kemudian di bantah oleh Marc yang mengatakan bahwa ia hanya mengoptimalkan skillnya dalam balapan tersebut.

Foto dan video pun dikumpulkan mulai dari balapan Phillip Island hingga berita terakhir setelah balapan MotoGP Malaysia yang terdapat di berbagai media dan akun medsos. Penalti yang didapatkan Rossi, perseteruan antar netizen yang merasa idolanya paling benar.

Merasa membenarkan atau menyalahkan salah satunya tidak memberikan keuntungan, saya pun kembali mencari bahan di Google. Pencarian pun terhenti pada catatan waktu yang terjadi selama balapan MotoGP Sepang Malaysia. Seperti informasi yang terdapat di CrashNet:

Grafik diatas adalah catatan waktu balapan selama GP Sepang Malaysia dengan pembalap Rossi, Marquez, Dani Pedrosa dan Jorge Lorenzo. Terlihat Rossi dan Marqueze sempat kehilangan waktu pada saat mereka terus menerus saling mengambil alih pada lap ke lima dan enam. Marquez pun terjatuh pada saat putaran ke tujuh setelah bersigungan dengan Rossi. Meskipun begitu Rossi hanya bisa mengungguli waktu Lorenzo satu kali dari lap keseluruhan, dan tidak pernah lebih cepat dari Pedrosa.

Atas dasar inilah Rossi menyatakan bahwa Marquez sengaja menghalanginya untuk merebut gelar kejuaraan MotoGP pada saat balapan di Australia dan kemudian terulang di Malaysia. Ditambahkan pula bahwa marc selalu memotong jalurnya dengan manuver yang berbahaya, menghalangi dengan memelankan motor di tikungan dan pada balapan dengan rider bernomor 46 ini marc tidak terlalu membuka gas pada saat berada di jalur lurus.

Walaupun tendangan Rossi tidak dapat ditolerir (sengaja atau tidak), tetapi berdasarkan informasi yang berhasil dikumpulkan Garut Website, antara lain:

1. Dari kedua video Phillips Island dan Malaysia, Marc Marquez melakukan manuver berbahaya dengan memotong jalur balapan, dan terlihat sengaja menyamakan temponya dengan Rossi. Rossi pun terlihat beberapa kali menghindar.

2. Tidak ada perlawanan pada saat Jorge Lorenzo menyusul Marc.

3. Perbandingan konsistensi Marc dengan Pedrosa, berikut motor yang mereka tunggangi.

4. Dominasi dan konsistensi Marc yang selalu memimpin dan seringkali Pedrosa tercecer.

5. Dalam hal kecepatan Honda memang diakui lebih unggul dari semua rivalnya. Salah satu motor terbaik di ajang MotoGP.

Untuk poin terakhir saya pun mengambil kesimpulan, dengan motor yang sama dengan pedrosa, maksimal marc mampu bersaing dengannya. Atau paling tidak dengan Lorenzo yang berada di posisi kedua, bukannya bersaing dengan Rossi yang catatan waktunya tergolong lebih lambat dari dua rider yang memimpin.

6. Dalam MotoGP Hanya diperbolehkan memenangkan dan mendukung rekan satu tim, apalagi jika mereka mempunyai poin yang cukup untuk bersaing. Tim, bukan negara.

7. Jika memang diperbolehkan saling menjegal lawan selain kerjasama tim, maka MotoGP akan jadi ajang balapan yang berbahaya. Salah satunya dijadikan ajang judi dalam pengaturan skor atau malah saling mencelakai sesama pembalap.

Dibutuhkan kebijaksanaan dari FIM, orang yang berkaitan dengan kejuaraan ini dan juga para fans. Mengingat kedua pembalap yang berseteru ini sebelumnya menghangatkan ajang balapan dunia MotoGP dengan ke sportifan mereka.

Valentino Rossi, Marc Marquez... Sayang sekali.

2 komentar:

  1. catatan lap dr crash.net itu ada ulasannya kan? klo ga salah mnrt analisa Randy Mamola.. tlg diartikan dong min..

    BalasHapus
    Balasan
    1. menurut randy mamola: "saya akan melakukan sama seperti apa yang seharusnya anda (pembalap) lakukan, yaitu dengan melihat setiap waktu pada setiap lap".

      Sepertinya randy mamola memberikan garis bawah pada permainan yang dilakukan marc maquez yang mencoba menghambat waktu valentino rossi.

      Hapus