Pages

Senin, 29 Mei 2017

Tempat Wisata Gunung Papandayan Garut - Review 2

Tempat wisata di Garut yang satu ini tidak pernah kehabisan pengunjung, para pendaki, backpacker dan pecinta alam menyukai tempat ini seperti halaman rumahnya sendiri. Pada saat menjelang tahun baru pun Gunung Papandayan dikunjungi oleh beberapa kalangan yang ingin menyaksikan keindahan alam sambil menunggu perpindahan tahun.

Pesona Garut Gunung Papandayan yang beberapa bulan yang lalu saya kunjungi beserta seluruh jajaran Bank Indonesia Medan yang kebetulan menjadi salah satu tamu HDG Team, yang dua hari kemudian mengalami bencana kebakaran yang cukup besar. Tetapi selang beberapa hari setelah kejadian itu, para pengunjung pun kembali berdatangan.






Pada sekitar jam 8 pagi, dari resort Bukit Alamanda kami sudah mempersiapkan jadwal keberangkatan bersama rombongan. Setelah sebelumnya sarapan kami pun bergegas menuju kendaraan masing - masing. Para tamu dan tour leader menggunakan tiga buah minibus untuk menuju ke Gunung Papandayan, sedangkan saya sendiri lebih memilih menggunakan kendaraan roda dua

Rute perjalanan yang berkelok - kelok adalah sebuah hal yang menarik dalam perjalanan anda menuju Gunung Papandayan, apalagi jika anda terbiasa berkendara di kota besar yang dipenuhi hiruk - pikuk kendaraan lainnya. Suasana yang akan anda nikmati selama perjalanan dengan udara yang sejuk nan segar.

Saat memasuki kawasan Cisurupan, kami bersiap untuk mengambil arah kanan untuk berbelok ke jalan yang menuju arah Papandayan. Untuk lebih jelasnya anda dapat menemukan daerah ini di dekat pasar Cisurupan setelah melewati tempat pengisian bensin. Ciri lainnya anda akan menemukan mesjid Agung yang terdapat lapangan yang cukup besar disekitar halamannya, dan inilah jalur yang menuju Gunung Papandayan.

Dari Mesjid Agung anda akan melewati rute yang terdapat tikungan tajam dan trek yang cukup curam. Perlu diperhatikan jika anda membawa kendaraan sendiri, anda harus memastikan bahwa kendaraan cukup bertenaga untuk melewati rute ini. Sedikit catatan, supaya lebih berhati - hati lagi pada saat melewati jalur ini pada saat meninggalkan Gunung Papandayan apalagi pada saat turun hujan. 






Jalanan yang licin dapat membahayakan keselamatan anda karena di sisi jalan yang anda lalui terdapat jurang - jurang yang cukup dalam. Disinilah anda harus memastikan bahwa kendaraan anda mempunyai rem dan ban yang baik yang dapat mencengkram aspal pada saat harus berhenti mendadak. Bahkan lampu kabut pun harus anda pastikan berfungsi dengan baik.

Menempuh perjalanan yang berjarak sekitar 7 - 10 kilometer dari Cisurupan, anda akan menemukan pos penjagaan pertama yang bertugas sebagai tempat untuk membeli karcis masuk. Beberapa ratus meter ke depan, tempat yang cukup luas berbentuk lingkaran dan terlihat seperti terminal yang kosong akan menyambut anda dan mengatakan bahwa anda telah berada di lokasi Gunung Papandayan. Di tempat ini anda akan menemukan pos penjagaan yang kedua yang bertugas sebagai pos informasi dan keamanan.

Setelah seluruh tim HDG dan tamu dari BI Medan tiba, kamipun langsung berkumpul membentuk lingkaran untuk melakukan briefing dan diakhiri dengan doa sebelum melakukan pendakian menuju rute yang dituju. Tour Guide Gunung Papandayan pun memberikan beberapa pesan kepada kami tentang apa saja yang boleh dan tidak boleh kami lakukan selama perjalanan di Gunung Papandayan ini.

Gunung ini mempunyai ketinggian 2665 meter diatas permukaan laut atau istilah yang paling dikenal dan disingkat sebagai mdpl. Saya bukan seorang pendaki atau penyuka olah raga, terasa pada saat menaiki beberapa tempat yang cukup terjal badanpun terasa pegal dan sedikit kecapean. Karena itulah saya selalu merasa salut kepada para pendaki yang berani menghabiskan waktunya di tempat yang tidak mereka kenal dengan berbagai kesulitan pada saat pendakian.

Gunung Papandayan sendiri mempunyai trek yang bisa disesuaikan dengan pendaki, entah itu pendaki pemula ataupun yang sudah profesional. Untuk saya sendiri, saya lebih memilih tempat yang cukup gampang untuk dikunjungi yaitu dengan hanya memilih rute kawah dan hutan mati. Dan kebetulan para tamu yang kami antar pun tidak meminta untuk treking lebih jauh, hihii... selamet...

Bagi anda yang mempunyai stamina lebih, pondok saladah dan padang edelweiss adalah rute yang cocok bagi anda. Pondok saladah ini bisa menjadi tempat bagi anda yang ingin bermalam dan mendirikan tenda, sedangkan padang edelweiss adalah tempat bunga abadi yang dulunya mempunyai luas 90 hektare. Sekian tulisan saya sebagai tim online dan fotografer di HDG Team, dan jika anda membutuhkan informasi seputar harga hotel di tahun 2016 di sekitar Tempat Wisata di Garut, anda bisa mendapatkannya di website hoteldigarut.co.

0 komentar:

Posting Komentar