CV Hotel di Garut HdG Team Trip Planner & Event Organizer Alamat : Jambansari Rt. 004 Rw. 004 Alun-alun Bayongbong – Garut No. Telepon Kantor : (0262) 2802539 Email : hoteldigarut2@gmail.com ota@hdgteam.com Reservation Whatsapp : 089660271603 ; 082217300224 08192288626 ; 081320405837

Diseret, Lalu Dicekik Menggunaka Sorban

Tasik – Kekerasan terhadap pemuka agama kembali terjadi, kali ini seorang pemuka agama di Kampung Awiluar RT/RW 01/02 Kelurahan Singkup Kecamatan Purbaratu Ustadz Mastur Turmudzi (60) tadi malam (25/2) menjadi korban penganiayaan. Guru Diniyah itu dicekik dan di pukul serta diseret oleh pria tak dikenal ketika hendak memimpin tahlil.

Dari keterangan yang di himpun Radar, Ustadz Mastur hendak memimpin tahlil di salah satu rumah warga di Kampung Warung Kelurahan Singkup Kecamatan Purbaratu yang berjarak sekitar 500 meter dari rumahnya sekitar pukul 20.00 WIB.

 Saat itu Ustadz Mastur berjalan melewati jalan setapak dan gang, namun dipertengahan jalan sekitar 50 meter sebelum sampai ke rumah tahlil ada orang memanggilnya dengan alasan ada hal penting yang perlu di bicarakan. ” Orangnya pakai tregos, saya juga enggak tahu dia siapa ,” ungkapnya kepada Radar.

Awalnya Ustadz Mastur tidak menggubris panggilan orang tidak dikenal tersebut, karena terburu-buru harus memimpin tahlil dimana mustami sudah menunggu. “Saya jawab kalau memang perlu, nanti saja setelah tahlil,” tuturnya.

Tanpa di duga pria itu mengejarnya dan menarik sorban yang dia kenakan hingga kain itu mencekik lehernya. Ustaz mastur sempat terseret sejauh 5 meter tetapi berhasil melepaskan jeratan sorbannya. Dia pun melakukan perlawanan dengan memukul wajah pelaku yang tertutup tregos.

Mendapat perlawanan, pelaku baik memukul ustadz Mastur sebanyak dua kali dan mengenai wajah bagian kanan. Ustadz Mastur pun langsung menyelamatkan diri dengan berlari ke rumah warga tempatnya melaksanakan tahlilan. “sandal, payung, sorban sama peci juga saya tinggalin disana (lokasi kejadian, Red), ” Jelasnya.

Setelah itu Ustadz Mastur meminta tolong beberapa warga untuk mengambil barang-barang yang ditinggalkan di lokasi kejadian. Akan tetapi dia belum banyak bercerita atas apa yang dialaminya. “Setelah selesai tahlilan baru saya ngomong ke warga (menceritakan kejadian),” katanya.

Menurut Ustadz Mastur, pelaku memiliki postur tubuh tinggi besar dengan jumlah dua orang. Keduanya tidak ditemukan ketika warga mencarinya di sekitar lokasi kejadian. “Ada dua orang waktu itu, satu lagi hanya terlihat saja,” tuturnya.

Kapolsek Cibeureum AKP Suharto datang ke rumah korban dan membawanya menjalani visum untuk kepentingan penyelidikan. Akan tetapi, dirinya enggan memberikan keterangan ketika hendak diwawancara.

Tokoh masyarakat setempat, Dede Jalal (52) mengaku kaget dengan kejadian tersebut. Terlebih korban penganiayaan itu merupakan alim ulama yang dihormati oleh warga. “Ya kaget saya juga, ” ujarnya.

Hal ini memunculkan kekhawatiran bagi warga sekitar, karena takut kejadian yang sama terulang kembali. Dia pun penasaran apa yang menjadi motif pelaku menganiaya Ustaz Mastur. “Aneh saja kalau tiba-tiba saja begitu,” singkatnya.

Ketua Persatuan Umat Islam (PUI) kota Tasikmalaya H Asep Deni Adnan Bermaerai SHI SH MH mengaku turut prihatin atas adanya kejadian ustad yang dianiaya. “Semoga lekas ketemu pelakunya serta dapat diketahui motifnya,” Ujar dia tadi malam.

Asep mengatakan maraknya kekerasan terhadap pemuka agama membuatnya khawatir akan menambah daftar panjang kejadian yang menimpa tokoh ulama. “Jujur saja kejadian seperti ini membuat khawatir, yang pada akhirnya tidak saja meresahkan tetapi mengundang aneka spekulasi yang tidak menguntungkan bagi stabilitas kehidupan masyarakt,” singkatnya. (rga/kim).

KOMENTAR