CV Hotel di Garut HdG Team Trip Planner & Event Organizer Alamat : Jambansari Rt. 004 Rw. 004 Alun-alun Bayongbong – Garut No. Telepon Kantor : (0262) 2802539 Email : hoteldigarut2@gmail.com ota@hdgteam.com Reservation Whatsapp : 089660271603 ; 082217300224 08192288626 ; 081320405837

INDIHIANG – Keluarga besar guru madrasah Kota Tasikmalaya berunjuk rasa dihalaman Gedung DPRD, Senin (2/4) siang. Aksi damai ini untuk meluapkan kekecewaan atas pernyataan anggota DPR RI. Arteria Dahlan yang memaki Kementrian Agama (Kemenag) dengan umpatan “bangsat” pada Rapat Komisi III DPR bersama jaksa Agung Rabu(28/3).

Guru Madrasah Menentang Anggota DPR RI

Ketua Dewan Pengurus (DPD) Perkumpulan Guru Madrasah (PGM) Indonesia kota Tasikmalaya Asep Rizal Asy’ari mengatakan Kemenag merupakan benteng bagi umat beragama termasuk agama Islam didalamnya. Sehingga pernyataan Arteria Dahlan benar-benar telah melukai jutaan keluarga besar Kemenag. Termasuk Guru Madarasah. ” Kami bagian dari Kemenag merasa risi dengan pernyataan tersebut apalagi ditunjukan dalam audiensi yang ditonton publik seluruh Indonesia. Ini sangat mengecewakan bagi kami tentunya,” terang dia kepada wartawan.

Menurut asep, pernyataan Arteria tidak mencerminkan sikap, prilaku dan tutur kata sebagai anggota DPR RI dalam kehidupan berbangsa dan bernegara yang menjunjung tinggi etika dan keadaban. Pihaknya meminta yang bersangkutan segera menyampaikan permintaan maaf secara terbuka dihadapan media cetak, elektronik dan sosial kepada seluruh keluarga besar Kemenag.

Dalam orasinya mereka meminta DPRD Kota Tasikmalaya menyampaikan tuntutannya kepada fraksi salah satu parpol yang menaungi Arteria. Jika dalam jangka waktu 3-4 hari ke-depan yang bersangkutan tidak meminta maaf, pihaknya siap berangkat ke Jakarta membawa 2.000 orang untuk melakukan aksi serupa.

“Ini juga jadi perhatian wakil daerah tidak hanya di pusat tapi juga di daerah. Jangan warisi masyarakat dengan pengaruh kebencian yang hanya bisa mencaci,” tandasnya.

Wakil ketua DPRD Kota Tasikmalaya H Nurul Awalin SAg menerangkan kemenag mewakili peran penting dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Meski selalu ada kekurangan, tidak boleh ada stigma jelek terhadap lembaga negara dalam rangka mencapai tujuan berbangsa dan bernegara.

Ia juga menyesalkan atas ucapan yang tidak wajar serta tidak patut terhadap suatu lembaga yang dibentuk bersama-sama oleh negara. Bahkan kiprah Kemenag dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa begitu besar terutama dalam menciptakan masyarakat yang berakhlakul karimah yang keberadaanya sangay berpengaruh besar. “Oleh karena itu, siapapun atas nama apapun tidak boleh ada lagi menjelek-jelekan satu lembaga yang senantiasa lembaga itu dibentuk atas nama rakyat Indonesia, ” terangnya dia.

Nurul siap menyampaikan tuntutan PGM ke pusat melalui DPRD Kota Tasik. (mg2)

KOMENTAR